21 Adab untuk Abad ke-21: Krisis Periodik Kisah Liberal
Pada paruh kedua abad ke-19, era globalisasi dan liberalisasi pertama berakhir dalam pertumpahan darah Perang Dunia Pertama. Kekuasaan imperialisme jauh lebih kuat daripada liberalisme. Yang mana alih-alih menyatukan dunia dengan perdagangan benas justru berfokus pada ekspansi wilayah.
Lalu fasisme Hitler (1930-1940an) berkuasa tapi tidak berlangsung lama. Kemudian komunisme oleh Che Guevara (1950-1970an) semakin membuat posisi liberalisme terancam tapi kemudian komunisme itu sendiri yang runtuh.
Terbuktilah ternyata kisah liberalisme justru lebih fleksibel ketimbang cerita fasisme, komunisme, imperialisme. Liberalisme malahan mengadopsi ide dan praktik terbaik dari mereka.
Paradoksal Kisah Liberalisme:
Pada tahun 1918, Britania dan Perancis sangat menggaungkan tentang semangat kebebasan tapi mereka tidak memikirkan subjek-subjek masyarakat dunia. Tentara Inggris justru melakukan pembunuhan terhadap ratusan demonstran India yang tidak bersenjata (Amritsar tahun 1919).
Kisah liberal semakin memperluas cakrawalanya, mereka malahan mengadopsi program kesejahteraan bergaya komunis. Kebebasan dikolaborasikan dengan jaring pengaman sosial. Seperti AS yang ultra-kapitalis telah menyadari bahwa perlindungan kebebasan membutuhkan setidaknya beberapa layanan kesejahteraan pemerintah. Anak-anak yang kelaparan tidak memiliki kebebasan.
Paket liberal: demokrasi, hak asasi manusia, pasar bebas, dan layanan kesejahteraan pemerintah.
PR untuk liberalisme:
Keruntuhan ekologi dan disrupsi teknologi.
Komentar
Posting Komentar