21 Adab untuk Abad ke-21: Perjuangan Kontra-Terorisme Melalui Tiga Lapis

Pertama, pemerintah harus fokus pada tindakan diam-diam melawan jaringan teror. 
Kedua, media harus menjaga hal-hal dalam perspektif dan menghindari histeria. Sayangnya, media terlalu sering memberikan publisitas ini secara bebas. Media secara obsesif melaporkan serangan teror dan sangat menggelembungkan bahaya mereka, karena laporan tentang terorisme melalui surat kabar jauh lebih baik daripada laporan diabetes atau polusi udara. 
Ketiga, imajinasi masing-masing dan siapa saja dari kita. Terorisme menjerat imajinasi kita, dan menggunakannya untuk melawan kita. Lagidak lagi kita mengulang-ulang adegan serangan teroris di panggung pikiran kita - mengingat 9/11 atau peristiwa bom bunuh diri terakhir. Teroris membunuh 100 orang - dan menyebabkan 100 juta orang membayangkan bahwa ada seorang pembunuh bersembunyi di balik setiap pohon. Adalah tanggung jawab setiap warga negara untuk membebaskan imajinasinya dari para teroris, dan untuk mengingatkan diri kita tentang dimensi sebenarnya dari ancaman ini. 

Keberhasilan atau kegagalan terorisme bergantung pada kita. Jika kita membiarkan imajinasi kita ditangkap oleh para teroris, dan kemudian bereaksi berlebihan terhadap ketakutan kita sendiri - terorisme akan berhasil. Jika kita membebaskan imajinasi kita dari para teroris, dan bereaksi dengan cara yang seimbang dan sejuk - terorisme akan gagal. 

Komentar